Lontara Luwu Timur

PARADIGMA BARU PEMBANGUNAN LUWU TIMUR

bagian pertama

Pembangunan dalam banyak kasus, sering dipahami sekedar sebagai atribut yang dilekatkan dalam perspektif ekonomi. Padahal, indikator keberhasilan pembangunan justru melibatkan banyak sekali aspek yang berkelindan di sekelilingnya. Sejak beberapa tahun belakangan, kebuntuan dari narasi-narasi besar teori pembangunan yang meletakkan pilar ekonomi sebagai sentrum di dalamnya telah mendapatkan gugatan. Di negara-negara Dunia Ketiga, kebutuhan untuk memahami dan sekaligus memberikan preskripsi bagi arah pembangunan setelah berakhirnya Perang Dunia II, telah mendorong munculnya ‘proyek besar’ yang bernaung dalam nama studi pembangunan.
Kerangka ini, sejak debat awalnya dimulai, telah memunculkan berbagai teori pembangunan dengan berbagai variasinya, termasuk variasi ideologis yang mendasari teori-teori tersebut. Secara umum, terdapat dua kubu besar teori-teori pembangunan, yakni teori-teori modernisasi dan teori-teori ketergantungan (dependensia). Sementara teori-teori modernisasi menekankan pada konvergensi proses ekonomi, politik dan sosial ke arah modernitas, teori-teori ketergantungan — sebagai antitesis teori modernisasi — menekankan pada aspek keterbelakangan sebagai produk dari pola hubungan ketergantungan.
Read more…