<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.9" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Lontara Luwu Timur</title>
	<link>http://lontaralutim.com</link>
	<description>Informasi Terbaru Seputar Kabupaten Luwu Timur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Jan 2010 05:37:30 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>DESENTRALISASI KORUPSI</title>
		<description><![CDATA[Meninjau Dampak Otonomi Daerah
Tonggak semangat otonomi daerah sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2001. UU Tahun 2004 adalah revisi terbaru yang digunakan sebagai payung hukum pelaksanaan otonomi daerah hingga sekarang. Bisa dibilang, sudah hampir satu dekade desentralisasi kekuasaan diterapkan di Indonesia dalam atmosfer era reformasi.
Dalam analisis The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP), perjalanan desentralisasi dan [...]]]></description>
		<link>http://lontaralutim.com/?p=138</link>
			</item>
	<item>
		<title>PARADIGMA BARU PEMBANGUNAN LUWU TIMUR</title>
		<description><![CDATA[bagian ketiga
Paradigma Pembangunan Manusia
Mabub ul Haq, ekonom berkebangsaan Pakistan yang amat terpandang, membuat refleksi mendalam tentang paradigma pembangunan Barat yang sangat materialistik, yang serta-merta diterapkan di negara-negara berkembang. Paradigma pembangunan Barat yang materialistik itu mengukur pencapaian hasil pembangunan hanya dari aspek fisik semata, yang dikuantifikasi dalam perhitungan matematik dan angka statistik.
Hasil pembangunan adalah deretan simbol-simbol [...]]]></description>
		<link>http://lontaralutim.com/?p=107</link>
			</item>
	<item>
		<title>PARADIGMA BARU PEMBANGUNAN LUWU TIMUR</title>
		<description><![CDATA[bagian kedua
Redefenisi Paradigma Pembangunan
Dalam artikel Fallacies in Development Theory and their Implications for Policy, Adelman mengidentifikasi setidaknya ada tiga faktor utama yang mendorong perubahan teori dan paradigma pembangunan. Pertama, perubahan ideologi. Setiap generasi pemikir ekonomi mempunyai basis ideologi sendiri-sendiri serta memiliki rujukan teoretis dan policy prescriptions yang berlainan. Bila terjadi perubahan basis ideologi, maka otomatis [...]]]></description>
		<link>http://lontaralutim.com/?p=103</link>
			</item>
	<item>
		<title>PARADIGMA BARU PEMBANGUNAN LUWU TIMUR</title>
		<description><![CDATA[bagian pertama
Pembangunan dalam banyak kasus, sering dipahami sekedar sebagai atribut yang dilekatkan dalam perspektif ekonomi. Padahal, indikator keberhasilan pembangunan justru melibatkan banyak sekali aspek yang berkelindan di sekelilingnya. Sejak beberapa tahun belakangan, kebuntuan dari narasi-narasi besar teori pembangunan yang meletakkan pilar ekonomi sebagai sentrum di dalamnya telah mendapatkan gugatan. Di negara-negara Dunia Ketiga, kebutuhan untuk [...]]]></description>
		<link>http://lontaralutim.com/?p=83</link>
			</item>
</channel>
</rss>
